Korupsi Sejarah
Bagi masyarakat
yang melandaskan segala aktivitasnya berdasarkan sistem religi, maka mitologi dan dongeng
adalah fakta sekaligus acuan hidup. Kenyataan fiksi adalah kenyataan sosial
yang tak terbantah. Kisah-kisah yang tertera dalam kakawin, kidung, carita, serat, kemudian hikayat, babad, sajarah, dan wawacan,
banyak mengandung alam pikiran seperti itu, yang bagi kita manusia modern akan
menimbulkan kerutan di kening seraya setengah menyanggahnya. Terlalu banyak
kisah mitos dan peristiwa sejarah yang bercampur aduk di dalam karya-karya
tulis tersebut, membuat kita kesulitan mengurai dan memisahkannya satu dari
yang lain. Dan inilah korupsi sejarah, tatkala fakta dan fiksi saling-silang
begitu erat dan membentuk realitias baru yang tak mudah dimengerti bagi kita di
zaman sekarang.
