Laman

Tampilkan postingan dengan label Silent God. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Silent God. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

Ketuhanan Yang Berkebudayaan


Tuhan dan budaya. Sejarah mencatat, pemahaman manusia atas kedua kutub ini acap melahirkan ketegangan. Bahkan menerbitkan luka. Firman mewajibkan manusia tunduk dan sumerah. Namun manusia, sejak turun ke bumi, selalu saja tak pernah puas, bahkan melawan. Mereka merasa, kitab suci tak bisa menjawab semua fenomena dan tantangan hidup. Di seberang jalan, mereka yang percaya bahwa firman adalah jalan lurus, memandang budaya sebagai pahatan manusia yang pasti hancur oleh hunjaman air dari langit.