Ketuhanan Yang Berkebudayaan
Tuhan dan budaya.
Sejarah mencatat, pemahaman manusia atas kedua kutub ini acap melahirkan
ketegangan. Bahkan menerbitkan luka. Firman mewajibkan manusia tunduk dan
sumerah. Namun manusia, sejak turun ke bumi, selalu saja tak pernah puas,
bahkan melawan. Mereka merasa, kitab suci tak bisa menjawab semua fenomena dan
tantangan hidup. Di seberang jalan, mereka yang percaya bahwa firman adalah
jalan lurus, memandang budaya sebagai pahatan manusia yang pasti hancur oleh
hunjaman air dari langit.