Laman

Tampilkan postingan dengan label nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasionalisme. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2017

perang bharatayuddha
Imaji perang Bharatayuddha, di mana Pandawa yang protagonis
melawan Kurawa yang antagonis, sebuah peperangan legendaris yang
kerap dijadikan "ilham" negara-negara kuno di Nusantara dulu
dalam menaklukkan lawan-lawannya


Nasionalisme Konfrontatif


“Ganyang Malaysia!” dan “Ganyang Nekolim!” adalah dua dari banyak seruan patriotik nan riuh-rendah yang begitu mengharu biru di zaman Demokrasi Terpimpin. Presiden Soekarno, di tengah situasi Perang Dingin yang memanas serta pertarungan partai-partai ideologis dalam negeri yang tak kalah panas saat itu, begitu gemar membakar gelora nasionalisme orang Indonesia yang untuk menghancurkan neokolonialisme seperti di Malaya. Sang Presiden ingin buktikan pada PBB dan Amerika Serikat bahwa Indonesia bukanlah budak mereka, karena itu politik luar negeri Indonesia cenderung menoleh pada Soviet dan RRC. Ia makin percaya diri setelah Papua Barat jatuh ke dalam pelukan Indonesia dari Belanda yang sebelumnya enggan menyerahkan wilayah itu sejak KMB ditandatangani di Den Haag akhir 1949.